Persepi Saya Arti Simalungun

Oleh Dori Alam Girsang

Banyak yang bilang suku Simalungun adalah suku yang pendiam,suku yang malas,suku yang tidak dinamis,suku yang tidak bisa berbaur,suku yang cendrung melupakan bahasa nya ketika bertemu dengan suku yang lain..kata-kata miring tersebut dengan mudah akan saya tampik,kalau semua hal-hal tidaklah terbukti,mengapa di daerah sumatra utara luas wilayahnya kabupaten Simalungun yang paling luas,mengapa siantar menjadi kota terbesar kedua di Sumatra Utara.Berikut penjelasan-penjelasan saya dari orang awam ini kiranya bisa menjadi jati diri Simalungun dari sudut pandang / sisi spiritual,karena ketika membahas Simalungun tidaklah elok kalau hanya selalu berpatokan dari satu sisi (cara pandang),

Ketika saya mencari tentang penamaan Simalungun di berbagai sumber dan memakan banyak waktu , karena rasa penasaran saya akan penamaan Simalungun tersebut,di dalam hati saya bertanya-tanya ada ketidak yakinan saya kalau penamaan akan Simalungun tersebut baru ada sejak masuknya Belanda ke Simalungun yang mana beragam Opini bertebaran kalau penamaan simalungun tidak ada sumber yang valid mengatakan sejak kapan ada penamaan Simalungun itu sendiri,ada yang bilang dulu nya Batak Timur,Sumtra Timur dan lain sebagai nya dan ada pula yang menyimpulakan kalau Simalungun itu singkatan dari pada Sisada Parmaluan Sisada Lungun (Simalungun) = Senasib Sepenanggungan PURBA DEISA NA UALUH.Maka jadilah SIMALUNGUN,dan hal ini masih lah juga belum membuat saya berpuas diri karena sumbernya juga tidak begitu jelas dan saya yakin ini adalah dari sumber-sumber lisan ataupun turi-turian secara turun temurun.

Ketika saya masih melakukan pencarian saya di sumber-sumber yang ada di internet,dan meningat sedikut kemampuan saya dalam hal mencari-cari dari Google dengan menggunakan kata kunci yang unik dan memang ini sedikit kemampuan saya sehingga saya tidak gampang menyarah dan memang sejak saya kenal Google saya ada ke inginan untuk mencari-cari tentang Simalungun baik itu Photo maupun Literartur dan beberapa photo pun udah banyak saya sebarkan di Komunitas Simalungun yang ada di face book maupun web yang saya kelola sendiri yaitu Simalungunonline.com,terlepas daripada itu saya merasa senang dan sedikit ada kepuasaan ketika saya menemukan Penamaan Simalungun ada di dalam pusataha Batak Toba yang berbunyi dan terkesan utuk Mantra ,berikut petikan Mantra tersebut

Pustaha Batak
20 Sep 2008 – Hujabatjabat na di bibirhu haen manjotih diboto ho husandudahung hasian na di ujung ni jarihu torjang Simalungun tajom Bandailing turun.

Lalu saya mencoba mengartikannya sendiri,ternyata penamaan simalungun itu udah lah ada sejak jaman dahulu,menurut keyakinan saya kalo bahasa mantra itu tidak lah ada di tataran usia muda,paling tidak usianya ada di sekitaran 300 tahun,ini masih pandangan saya tentunya dan saya harapkan ada orang-orang yang berpeduli untuk mengetahui usia pustaha tersebut,dan kalau udah ketahuan berapa usianya baru lah bisa kita membuat kesimpulan penamaan simalungun itu sejak kapan ada nya,lalu saya pun mencoba membuat suatu pengartian Simalungun itu sendiri menurut cara pandang saya ataupun persepsi saya.

Arti Simalungun bagi saya seperti ini.ada dua suku kata yang membentuk Simalungun yaitu si dan malungun.si kalau gak salah arti nya menunjukan ke seseorang contoh si anu, si anu, si anu, dan si anu
kalau malungun terbentuk dari dua suku kata juga ma dan lungun,saya juga kurang paham apa arti kata ma dalam bahasa Simalungun,cuma kalau aku ambl contoh “si ma da”,nah disini ada suku kata “ma” nya.. mungkin ini sama dengan arti suatu keterangan suasana,atau suatu kejadian.jadi artinya Simalungun bagi saya adalah orang yang suka akan suasana sepi/nyepi/samadhi.
Disini saya beranggapan bahwa Simalungun adalah sekumpulan orang-orang yang suka akan suatu keheningan/samadhi/penyatuan diri dengan Sang Pencipta,yang mana sesuai dengan slogan HABONARON DO BONA,itu di dapat dari.

Sumber pertama menyebut falsafah di atas ditegakkan oleh Tuan Sormaliat, yang berawal dari ditemukannya Bambu Bertulis sebanyak tujuh buah per batang; dimana bambu itu berisi tulisan dari ruas paling bawah hingga ke ruas atas yang berisi: penanggalan waktu (bulan, hari dan jam), ilmu pengobatan, ilmu nujum, ilmu pemanggil roh, dan lain-lain. Ia menemukannya di kerajaan Batang Toruh, tepat di dasar jurang tempat ia jatuh. Kemudian selama tujuh hari lamanya ia bertapa disana seraya menuliskannya kembali ke dalam “laklak ni hayu alim” (kulit kayu ulin). Pengetahuan yang ia peroleh dari Bambu Bertulis itulah yang kemudian ia pakai mengalahkan kekuatan musuh-musuh yang berusaha menganggu ketentraman manusia. Akhirnya ia menegakkan dan bersandar pada falsafah Habonaron do Bona serta mengajarkannya kepada masyarakat kerajaan PARPANDANAN NA BOLAG tidak mungkin falasah HABONARON DO BONA itu asal datang begitu saja tanpa adanya hasil dari olah batin.

Di dalam Olah bathin sangat di perlukan yang nama nya menenangkan pikiran,yang mana frekuensi gelombang pikiran/otak terdiri dari:

GAMMA (16 hz – 100 hz)Adalah gelombang otak yang terjadi pada saat seseorang mengalami aktifitas mental yang sangat tinggi.

BETA(di atas 12 hz atau dari 12 hz s/d 19 hz). Merupakan gelombang otak yang terjadi pada saat seseorang mengalami aktifitas mental yang terjaga penuh.

ALPHA ( 8 hz – 12 hz ) Adalah gelombang otak yang terjadi pada saat seseorang yang mengalami relaksaksi atau mulai istirahat dengan tanda-tanda mata mulai menutup atau mulai mengantu.

Gelombang Theta:Bila kita berhasil masuk ke kondisi theta, kita …akan mengalami kondisi meditatif yang sangat dalam. Semua pengalaman meditatif yang selama ini dicari oleh orang yang melakukan praktik meditasi, misalnya keheningan, ketenangan, kedalaman, dan puncak kebahagiaan, dirasakan di dalam theta. Theta adalah “puncak” di dalam “pengalaman puncak”. Saat komponen gelombang lainnya berada dalam takaran yang pas, bersama dengan theta, kita dapat merasakan pengalaman “ah-ha”. Saat kita ingin mengobati dan menyembuhkan tubuh atau pikiran, kita harus masuk ke theta agar dapat mencapai hasil maksimal.

Gelombang Delta : Gelombang delta sering tampak dalam diri orang yang profesinya bertujuan membantu orang lain. Orang yang perlu memahami kondisi mental, psikologis, atau emosi orang lain. Orang yang berprofesi sebagai “penyembuh” dan orang yang sangat mengerti orang lain biasanya mempunyai gelombang delta dalam kadar yang tinggi. Delta muncul tidak hanya saat kita memperhatikan orang lain, namun juga muncul saat kita berusaha mengerti ide atau konsep, objek atau seni, atau apa saja yang membutuhkan kesadaran nirsadar yang dalam.

Dan para leluhur kita itu pencapainya udah ada di gelombang Theta dan Delta,frekuensi gelombang otak ini telah di teliti secara sains.Dari urain frekuensi gelombang otak ini bisa lah kita tarik kesimpulan memang hanya di dalam kondisi yang sepi/hening/lungun bisa mencapi yang nama nya gelombang Theta dan Delta,oleh karena hal ini lah leluhur kita pun membuat aturan-aturan adat yang di landasi dengan kasih, landasan-landasan adat yang seimbang kalau kita lihat apa itu 3 sahundulan,Tulang , Sanina dan Boru tidak lah perlu sampai ke 5 saodoran nya kerena ini hanya sebagi contoh sajaTulang pangalopan podah,sanina pangalopan riah,boru pangalopan gogoh liat semua ini seimbang,kalau seseorang sudah menjadi Tulang pastilah mempunya Bere,begitulah seturusnnya,jadi posisi manusia ada di tengah-tengah tidak ada yang diatas maupun yang dibawah. Bandingkan ketika Raja yang bijak Salomo/Sulaiman dia pun adil ketika ke dua orang ibu bertikai memperebutkan seorang bayi,Raja Salomo/Sulaiman memberi titah agar bayi itu dibagi 2 saja dan akhirnya kedua ibu itupun sadar kalau cara mereka itu adalah salah,bandingkan juga akan mencapaian Spirituals Salamo/Sulaiman yang tinggi itu dia dapatkan dari hasil lelakunya mendekatkan diri kepada Tuhan Semesta Alam.

Ketika saya membaca di pustaha PARPANDANAN NA BOLAG kerajaan tersebut bisa berdiri bukan dengan hasil daripada peperangan,bukan hasil daripada keganasan- keganasan yang menggerikan,sama sekali tidak ada saya baca ada tulisan tentang peperangan diterangkan di pustaha tersebut.memang begitulah adanya apabila suatu masyarkat yang pemahaman spiritual nya udah tinggi tidak akan mau untuk melakukan tindakan- tindakanan yang merusak ataupun menyakiti sesama manusia dan mahluk lainnya.
Itu semua di lakukan oleh leluhur kita untuk anak cucunya..bayangankan saja ratusan tahun yang lalu para leluhur kita udah memiliki visi tuk anak cucu nya,sungguh amat luar biasa oleh-oleh yang di berikan leluhur ini kepada kita udah selayak nya pulah kita menjaga dan melestarikan nya..
Saran saya mari tetap kita bawa falasfah HABONORON DO BONA kemana pun kita melangkah,dan budaya-budaya adat istiadat Simalungun tetap juga digunakan,karena kalau bukan kita yang melestarikannya lalu siapa lagi?….

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...


2 Responses to Persepi Saya Arti Simalungun

  1. Yus R Purba Tambak

    saya sangat bangga membca tulisan sanina inikita harus pegang falsafah simalungun agar kita dapat memberikan contoh yang baik bagi sesamam.thanks

  2. Bs SARAGIH MOUNTHE

    HABONARAN DO BONA-SIMALUNGUN ALFA OMEGA”SIMANJA SUMBAR

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>